Kamis, 20 September 2012

iRobot dan InTouch Membuat Telemedicine Robot


Sejak iRobot mengumumkan dibentuknya divisi “HealthCare Robotics” (Pelayanan Kesehatan Dengan Robot) pada tahun 2009, IEEE telah berspekulasi tentang bagaimana perkembangan perusahaan ini kedepannya. iRobot dan InTouch yang hari ini secara resmi meluncurkan RP-VITA, sebuah Ava berbasis telemedicine platform untuk rumah sakit. IEEE Spectrum berbicara dengan chairman dan CEO InTouch Yulun Wang bersama dengan iRobot senior VP Glen Weinstein.
RP-VITA singkatan dari ”Remote Presence Virtual Independent Telemedicine Assistant.”  Di luar hanya menyediakan dokter dengan kemampuan untuk langsung berinteraksi dengan pasien dari mana saja di dunia, singkatnya apa yang membuat RP-VITA unik di antara platform TelePresence lainnya adalah kemampuan navigasi yang ditingkatkan yang memungkinkan RP-VITA untuk mengelola mengemudi dan elemen navigasi sehingga perawatan kesehatan profesional dapat lebih fokus pada tugas-tugas perawatan pasien.

Robot Curiosity Berhasil Mendarat Di Mars

Robot Curiosity Berhasil Mendarat Di Mars


Robot canggih milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, mendarat di samping pegunungan di Planet Mars pada Senin kemarin. Robot tersebut akan melakukan penelitian selama dua tahun. Pesawat antariksa The Mars Science Laboratory (MSL) yang membawa Curiosity berhasil melalui semua tahapan pendaratan paling kompleks di permukaan Mars. Termasuk tahapan akhir berupa memutuskan tali kekang dan bermanuver terbang dari ransel roket.
Robot Curiosity bernilai $US 2,5 milyar mendarat hari Senin kemarin dimana diyakini kolam air telah  muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Tahap selanjutnya, Robot Curiosity yang merupakan proyek Laboratorium Keilmuan Mars di NASA akan menjelajah naik setidaknya setengah dari 5 kilometer ketinggian gunung Sharp yang mempunyai lapisan sedimen diperkirakan berusia hingga 1 milyar tahun.

Menurut situs resmi NASA, Robot Curiosity itu mendarat di dekat kaki sebuah gunung dengan tinggi tiga mil (4,8 kilometer) dan diameter 96 mil (154,5 kilometer) di dalam kawah yang disebut Gale Crater. ”Hari ini roda-roda Curiosity sudah mengawali langkah manusia di Mars. Curiosity sekarang sudah ada di permukaan Planet Merah, dimana dia akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apakah pernah ada kehidupan di sana,” kata Administrator NASA, Charles Bolden.
Observasi dari orbit sudah mengidentifikasi tanah liat dan mineral sulfat pada lapisan bawah, menunjukkan bahwa sebelumnya daerah itu pernah basah. Dalam beberapa hari ke depan Curiosity akan mengirimkan lebih banyak gambar dari Mars. Member grup Robot yang juga bagian dari NASA Kimberly Newton, Camp Peavy, dan Ed Rezac menyatakan “kemenangan” mereka di facebook.

Curiosity berbicara dengan kami dari permukaan Mars. Pendaratan itu membawa kami melewati momen paling berbahaya dalam proyek ini dan mengawali misi baru untuk mencapai tujuan-tujuan ilmiah,” kata Manajer Proyek MSL dari Laboratorium Propulsi Jet NASA, Peter Theisinger.
Curiosity juga menggunakan bor dan sendok di ujung lengannya untuk mengumpulkan sampel tanah dan bubuk batuan, kemudian menyaring dan memasukannya ke dalam perangkat analitik laboratorium dalam kendaraan. Selanjutnya Curiosity akan memulai misi perdana untuk menyelidiki kemungkinan kondisi planet tersebut sesuai untuk kehidupan mikrobia.

Curiosity juga membawa peralatan yang akan digunakan untuk menguji senyawa karbon yang penting bagi kehidupan serta alat deteksi air yang bisa mendeteksi air di bawah tanah dalam jarak 50 cm. Alat lain yakni Detektor Uji Radiasi atau RAD sudah mengambil data radiasi dari pesawat ruang angkasa. Dan Hassler, ketua penyelidikan RAD pada Robot Curiosity mengatakan kepada wartawan minggu lalu bahwa para ilmuwan sejauh ini masih menganalisa data, namun data radiasi yang tercatat akan memberikan sumbangan ‘yang cukup besar’ bagi para astronot yang ingin berkarir  mencoba mencapai batas ambang keberadaan manusia di angkasa.
Bolden mengatakan, pendaratan Curiosity di Mars hari ini akan menandai langkah awal untuk mengirimkan manusia ke Mars pada pertengahan tahun 2030.

Ibnu Ismail Al Jazari - ahli robot -

Grup Robot
Bicara soal robot, tak ayal kita juga akan mengingat Jepang dan Amerika Serikat sebagai pelopor industri Robot. Akan tetapi tahukah anda, siapa orang yang pertama kali menemukan sistem Robotika modern? Sebagian orang akan menyebut nama Leonardo Da vinci, sang Maestro Seni dan Pengetahuan abad pertengahan di Eropa. Pada tahun 1478 Masehi, Leonardo Da Vinci disebut-sebut telah mampu merancang sebuah Robot yang selama ini diklaim sebagai Robot pertama.
Namun jauh sebelum itu, Umat Islam telah mengenal Ibnu Ismail Al Jazari yang telah mampu menciptakan Robot manusia yang bisa diprogram. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin Robot.
Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanika, mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin Robot. Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibnu Alrazz Al-Jazari. Mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation.
Grup Robot
Di tahun yang sama juga 1206, Al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan Robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.
Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air.
Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat.
Grup Robot
Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.
Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya.

Pengertian robot, robotik dan robotika


1. Kata robot berasal dari kosakata “Robota”

yang berarti “kerja cepat”, pekerja yang tidak mengenal rasa lelah atau bosan, budak, pekerja atau kuli

2. Kamus Bahasa Indonesia tidak ada pengertian robot, yang ada :

Robotika adalah ilmu tentang mesin robot

3. Menurut Anatta Sannai

Robot adalah sebuah mesin yang dikendalikan dan atau diprogram melalui rangkaian mekanis, elektronika maupun komputer sehingga dapat beroperasi secara otomatis.

4. Kamus Oxford diperoleh pengertian robot adalah

A machine capable of carrying out a complex series of actions automatically, especially one programmed by a computer

5. Menurut Kamus Webster pengertian robot adalah

“An automatic device that performs function ordinarily ascribed to human beings”
6. Robot Institute of America memberikan definisi robot sebagai:

“A reprogammable multifunctional manipulator designed to move materials, parts, tools or other specialized devices through variable programmed motions for the performance of a variety of tasks”.

7. International Standard Organization (ISO 8373) mendefinisikan robot sebagai:

“An automatically controlled, reprogrammable, multipurpose, manipulator programmable in three or more axes, which may be either fixed in place or mobile for use in industrial automation applications”.
Tags: robotic, tik, robotik

blog 2012-2013

berikut blog yang baru dibuat :
www.yamate-c.blogspot.com Aditya.A
www.rendychelv.blogspot.com Rendy Kelvinanda
www.muhammadnashsyah.blogspot.com Muhammad Nashsyah
www.bagasgamers.blogspot.com Mochammad Bagas A
www.vanrs-gado-gado.blogspot.com Evan Reyhan S.
www.rizaarinuraffa.blogspot.com Riza Arinuraffa
www.vitonugroho15.blgospot.com Vito Sachio Nugroho
www.bayuregsa12.blogspot.com Regsa Bayu
www.riifky.blogspot.com Rifky Ramadhany
www.shufflerindo.blogspot.com Sultan Nahyan Pramandha
www.rifkyreynaldi.blogspot.com Rifky Ahamd reynaldi
www.profileedra.blogspot.com Edra Suryoseno
www.egifcb.blogspot.com Egi maulana

Minggu, 29 Juli 2012

Pengertian Online pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2012

Hari ini, 30 Juli 2012, di seluruh Indonesia dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online secara serempak. Terlepas dari simpang siur pro dan kontra, khususnya kekhawatiran mengenai akan dicabutnya tunjangan sertifikasi guru bagi guru-guru yang gagal pada ujian sertifikasi, sampai tuntutan organisasi guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak memiliki dasar hukum serta sekedar menghabiskan biaya, maka ada satu hal yang juga menjadi sorotan adalah pengertian online pada UKG Online ini.

Banyak tulisan dan tanggapan yang juga saya lihat berserakan dimana-mana melalui jejaring sosial yang menyebutkan “bagaimana mungkin bisa ujian online kalau internetnya jelek?” Trus ada lagi “wah, kami belum beli modem untuk ikut ujian online di sekolah,” juga ada tulisan “telepon saja masih sulit, untuk apa buat ujian online?”dll dll

Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran tersebut, berikut ini tulisan dari pengembang aplikasi UKG Online 2012 yang juga adik kandung saya, Khaidir Mustafa.

Silakan dibaca tulisannya

====

Sedikit catatan teknis UKG Online…

Beberapa hari ini disela2 waktu senggang kadang nyempatin diri bwt googling tentang UKG Online. Hasilnya seh ndak jauh2 amat dari prediksi: penuh dengan pro-kontra (dominan kontranya sehhh, biasa :D). Berita yang simpang-siur berasal dari sumber2 yang tidak jelas, rame bgt di google. Mulai dari UKG yang konon katanya kalo ndak lulus tunjangannya bakal diputus, sampe yang rada “lucu” di telinga (mata??) saya dimana ada bbrp daerah yang meminta para guru untuk menyediakan modem sendiri biar bisa “online” ujiannya. Setelah mbaca kesana-kemari, jadi tergerak jg hati (halah :p) ini bwt nyoret2 dikit tentang (teknis) UKG ini. Sebelumnya maap kalo tulisannya amburadul, soalnya ini tulisan saya yang rada panjang yang pertama kalinya sejak jaman kuliahan doeloe :D

Ketika berbicara tentang online, umumnya orang akan mengacu kepada model koneksi langsung antara komputer yang bersangkutan dengan internet. Well, ndak salah2 amad seh, tapi ndak sempit2 gitu juga memaknai kata “online”. UKG Online didesain dengan menggunakan prinsip Distributed Computing / Distributed System, suatu mekanisme yang cukup jarang digunakan dalam sistem ujian. Satu2nya sistem ujian yang saya tahu (ngira2, lebih tepatnya) menggunakan mekanisme yang serupa dengan UKG Online adalah Pearson VUE (jadi keliatan benar miskin wawasannya hehe :D), yah dua seh sebenarnya dgn ujian KKPI yang pernah kami kembangkan tahun 2008 lalu.

Prinsip utama dari Distributed System sebenarnya adalah pendelegasian/pembagian tugas yang jika pada sistem terpusat (Centralized System), seluruh tugas inti dilaksanakan oleh sistem utama, maka pada Distributed System tugas2 tersebut dibebankan kepada sub system yang terdapat dibawah sistem utama dalam hirarki teknis. Analogi keduanya dapat dipahami dengan mudah dengan membayangkan Centralized System sebagai seorang Gatotkaca (cinta tanah air, ndak make Superman bwt analogi ini…) yang bekerja sebagai pemilik sekaligus pelayan warung. Di warung tersebut Gatotkaca harus melayani sendiri semua pembeli yang datang mulai dari mencatat pesanan, nyiapin makanan/minuman, sampe cuci piring harus dy lakukan sendiri. Karena tugasnya banyak, maka si Gatotkaca dituntut untuk memiliki kompetensi yang mutakhir  dan mumpuni (halah, bahasa luwww :p), jika tidak maka siap2 saja ada pelanggan yang ngomel krn pesanan sudah dicatat sejak sahur tapi sampe maw buka puasa pesanannya blom datang2 juga karena Gatotkaca sibuk mengerjakan tugas2 lainnya. Nah, berbeda dengan Centralized System, Distributed System dapat dianalogikan seperti halnya seorang pemilik restoran (dah kehabisan stok tokoh yang bisa dimiripkan analoginya -.-”) Pemilik restoran tidak perlu memiliki kemampuan seorang Gatotkaca untuk menjalankan usaha kulinernya. Dia tidak perlu mencatat sendiri pesanan pelanggan, ataupun menyiapkan sendiri pesanan pelanggan karena tugas2 tersebut sudah dibebankan kepada karyawan2 restoran yang ada, sehingga otomatis walaupun pemilik dan karyawan2 restorannya tidak se-sakti Gatotkaca, usaha restoran tetap dapat dijalankan dengan baik.

Pada Centralized System, server pusat bekerja langsung melayani client2 yang terhubung, sama persis dengan mekanisme situs web melayani pengunjungnya. Jika pengunjung situs web terlalu banyak, dan kapasitas bandwidth tidak mencukupi maka besar kemungkinan ada client yang lambat menerima respon dari server web. Hal ini juga akan diperparah jika performa komputasi server juga lamban. Pada Distributed System, client2 tidak (selalu) dilayani secara langsung oleh server pusat melainkan dilayani oleh server2 setempat, nah server2 setempat ini yang dalam menjalankan tugasnya dilayani secara langsung dan maksimal oleh server pusat. Khusus untuk UKG Online, tugas2 server pusat yang dibebankan kepada server lokal meliputi:

  1. Distribusi soal kepada peserta/client,
  2. Distribusi materi2 gambar dan multimedia,
  3. Validasi ringan, dan
  4. Pengelolaan data non-sensitif.

Sebagai contoh, jika kita mengikuti ujian Cisco maka komputer kita harus terhubung ke internet karena dalam ujian kita membutuhkan materi ujian (soal, gambar, audio, dll) yang harus diminta secara langsung ke server pusat Cisco, sehingga jika ada masalah pada koneksi internet maka bisa dipastikan kenyamanan ujian juga akan terganggu. UKG Online mengharuskan server2 lokal telah memiliki materi2 yang dibutuhkan untuk ujian melalui mekanisme distribusi soal yang sudah disertakan dalam paket instalasi software maupun yang akan ditambahkan melalui mekanisme instalasi paket soal ujian. Demikian juga dengan data peserta seperti Nomor Peserta dan NUPTK yang akan digunakan untuk login, harus diperoleh server lokal melalui mekanisme sinkronisasi agar peserta dapat mengikuti ujian di Tempat Uji Kompetensi yang ditunjuk. Lah, jika demikian, lantas online-nya dimana? Online yang dicari2 ada pada mekanisme autentikasi peserta sebelum mengikuti ujian dan ketika akan merekam data hasil ujian ke pusat, itupun tugas yang menuntut “online” tersebut tidak dilakukan oleh komputer peserta melainkan dilakukan oleh server lokal TUK, komputer peserta hanya menerima jawaban dari server pusat yang di”relay” melalui server lokal, sehingga praktis yang dituntut harus memiliki koneksi internet HANYA server lokal, BUKAN komputer peserta ujian!

Sistem UKG Online

Sebagai bahan analisa teknis, kebutuhan bandwidth per-satu peserta ujian rata2 berkisar antara 1 - 2 KiB, ALL IN! Dengan kata lain, mulai dari proses autentikasi hingga merekam data hasil ujian ke server pusat hanya membutuhkan bandwidth sekian. Sekadar perbandingan, jika Anda menggunakan browser Mozilla Firefox, silakan buka http://www.google.com, lalu klik kanan, klik “View page info” dan lihat informasi “Size”. Ukuran halaman depan Google yang akan Anda lihat kira2 20 - 30 KiB, belum termasuk gambar2 yang muncul sehingga jika ditotal kira2 ukuran halaman depan+gambar2 adalah 80 - 100 KiB. Artinya apa? Artinya, bandwidth yang dibutuhkan untuk membuka halaman depan google setara dengan kebutuhan untuk “membiayai” bandwidth 80 - 200 peserta UKG Online mulai dari proses login hingga selesai ujian.

====

Tulisan lengkap dapat diperoleh melalui link https://www.facebook.com/notes/khaidir-mustafa/sedikit-catatan-teknis-ukg-online/10150989987244482 dan tulisan ini juga dipublikasikan melalui http://www.khalidmustafa.info

Sebagai tambahan informasi, silakan membaca:

  1. Pedoman Uji Kompetensi Guru 2012
  2. Manual Pengguna UKG Online 2012

Pengertian Online pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2012

Hari ini, 30 Juli 2012, di seluruh Indonesia dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online secara serempak. Terlepas dari simpang siur pro dan kontra, khususnya kekhawatiran mengenai akan dicabutnya tunjangan sertifikasi guru bagi guru-guru yang gagal pada ujian sertifikasi, sampai tuntutan organisasi guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak memiliki dasar hukum serta sekedar menghabiskan biaya, maka ada satu hal yang juga menjadi sorotan adalah pengertian online pada UKG Online ini.

Banyak tulisan dan tanggapan yang juga saya lihat berserakan dimana-mana melalui jejaring sosial yang menyebutkan “bagaimana mungkin bisa ujian online kalau internetnya jelek?” Trus ada lagi “wah, kami belum beli modem untuk ikut ujian online di sekolah,” juga ada tulisan “telepon saja masih sulit, untuk apa buat ujian online?”dll dll

Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran tersebut, berikut ini tulisan dari pengembang aplikasi UKG Online 2012 yang juga adik kandung saya, Khaidir Mustafa.

Silakan dibaca tulisannya

====

Sedikit catatan teknis UKG Online…

Beberapa hari ini disela2 waktu senggang kadang nyempatin diri bwt googling tentang UKG Online. Hasilnya seh ndak jauh2 amat dari prediksi: penuh dengan pro-kontra (dominan kontranya sehhh, biasa :D). Berita yang simpang-siur berasal dari sumber2 yang tidak jelas, rame bgt di google. Mulai dari UKG yang konon katanya kalo ndak lulus tunjangannya bakal diputus, sampe yang rada “lucu” di telinga (mata??) saya dimana ada bbrp daerah yang meminta para guru untuk menyediakan modem sendiri biar bisa “online” ujiannya. Setelah mbaca kesana-kemari, jadi tergerak jg hati (halah :p) ini bwt nyoret2 dikit tentang (teknis) UKG ini. Sebelumnya maap kalo tulisannya amburadul, soalnya ini tulisan saya yang rada panjang yang pertama kalinya sejak jaman kuliahan doeloe :D

Ketika berbicara tentang online, umumnya orang akan mengacu kepada model koneksi langsung antara komputer yang bersangkutan dengan internet. Well, ndak salah2 amad seh, tapi ndak sempit2 gitu juga memaknai kata “online”. UKG Online didesain dengan menggunakan prinsip Distributed Computing / Distributed System, suatu mekanisme yang cukup jarang digunakan dalam sistem ujian. Satu2nya sistem ujian yang saya tahu (ngira2, lebih tepatnya) menggunakan mekanisme yang serupa dengan UKG Online adalah Pearson VUE (jadi keliatan benar miskin wawasannya hehe :D), yah dua seh sebenarnya dgn ujian KKPI yang pernah kami kembangkan tahun 2008 lalu.

Prinsip utama dari Distributed System sebenarnya adalah pendelegasian/pembagian tugas yang jika pada sistem terpusat (Centralized System), seluruh tugas inti dilaksanakan oleh sistem utama, maka pada Distributed System tugas2 tersebut dibebankan kepada sub system yang terdapat dibawah sistem utama dalam hirarki teknis. Analogi keduanya dapat dipahami dengan mudah dengan membayangkan Centralized System sebagai seorang Gatotkaca (cinta tanah air, ndak make Superman bwt analogi ini…) yang bekerja sebagai pemilik sekaligus pelayan warung. Di warung tersebut Gatotkaca harus melayani sendiri semua pembeli yang datang mulai dari mencatat pesanan, nyiapin makanan/minuman, sampe cuci piring harus dy lakukan sendiri. Karena tugasnya banyak, maka si Gatotkaca dituntut untuk memiliki kompetensi yang mutakhir  dan mumpuni (halah, bahasa luwww :p), jika tidak maka siap2 saja ada pelanggan yang ngomel krn pesanan sudah dicatat sejak sahur tapi sampe maw buka puasa pesanannya blom datang2 juga karena Gatotkaca sibuk mengerjakan tugas2 lainnya. Nah, berbeda dengan Centralized System, Distributed System dapat dianalogikan seperti halnya seorang pemilik restoran (dah kehabisan stok tokoh yang bisa dimiripkan analoginya -.-”) Pemilik restoran tidak perlu memiliki kemampuan seorang Gatotkaca untuk menjalankan usaha kulinernya. Dia tidak perlu mencatat sendiri pesanan pelanggan, ataupun menyiapkan sendiri pesanan pelanggan karena tugas2 tersebut sudah dibebankan kepada karyawan2 restoran yang ada, sehingga otomatis walaupun pemilik dan karyawan2 restorannya tidak se-sakti Gatotkaca, usaha restoran tetap dapat dijalankan dengan baik.

Pada Centralized System, server pusat bekerja langsung melayani client2 yang terhubung, sama persis dengan mekanisme situs web melayani pengunjungnya. Jika pengunjung situs web terlalu banyak, dan kapasitas bandwidth tidak mencukupi maka besar kemungkinan ada client yang lambat menerima respon dari server web. Hal ini juga akan diperparah jika performa komputasi server juga lamban. Pada Distributed System, client2 tidak (selalu) dilayani secara langsung oleh server pusat melainkan dilayani oleh server2 setempat, nah server2 setempat ini yang dalam menjalankan tugasnya dilayani secara langsung dan maksimal oleh server pusat. Khusus untuk UKG Online, tugas2 server pusat yang dibebankan kepada server lokal meliputi:

  1. Distribusi soal kepada peserta/client,
  2. Distribusi materi2 gambar dan multimedia,
  3. Validasi ringan, dan
  4. Pengelolaan data non-sensitif.

Sebagai contoh, jika kita mengikuti ujian Cisco maka komputer kita harus terhubung ke internet karena dalam ujian kita membutuhkan materi ujian (soal, gambar, audio, dll) yang harus diminta secara langsung ke server pusat Cisco, sehingga jika ada masalah pada koneksi internet maka bisa dipastikan kenyamanan ujian juga akan terganggu. UKG Online mengharuskan server2 lokal telah memiliki materi2 yang dibutuhkan untuk ujian melalui mekanisme distribusi soal yang sudah disertakan dalam paket instalasi software maupun yang akan ditambahkan melalui mekanisme instalasi paket soal ujian. Demikian juga dengan data peserta seperti Nomor Peserta dan NUPTK yang akan digunakan untuk login, harus diperoleh server lokal melalui mekanisme sinkronisasi agar peserta dapat mengikuti ujian di Tempat Uji Kompetensi yang ditunjuk. Lah, jika demikian, lantas online-nya dimana? Online yang dicari2 ada pada mekanisme autentikasi peserta sebelum mengikuti ujian dan ketika akan merekam data hasil ujian ke pusat, itupun tugas yang menuntut “online” tersebut tidak dilakukan oleh komputer peserta melainkan dilakukan oleh server lokal TUK, komputer peserta hanya menerima jawaban dari server pusat yang di”relay” melalui server lokal, sehingga praktis yang dituntut harus memiliki koneksi internet HANYA server lokal, BUKAN komputer peserta ujian!

Sistem UKG Online

Sebagai bahan analisa teknis, kebutuhan bandwidth per-satu peserta ujian rata2 berkisar antara 1 - 2 KiB, ALL IN! Dengan kata lain, mulai dari proses autentikasi hingga merekam data hasil ujian ke server pusat hanya membutuhkan bandwidth sekian. Sekadar perbandingan, jika Anda menggunakan browser Mozilla Firefox, silakan buka http://www.google.com, lalu klik kanan, klik “View page info” dan lihat informasi “Size”. Ukuran halaman depan Google yang akan Anda lihat kira2 20 - 30 KiB, belum termasuk gambar2 yang muncul sehingga jika ditotal kira2 ukuran halaman depan+gambar2 adalah 80 - 100 KiB. Artinya apa? Artinya, bandwidth yang dibutuhkan untuk membuka halaman depan google setara dengan kebutuhan untuk “membiayai” bandwidth 80 - 200 peserta UKG Online mulai dari proses login hingga selesai ujian.

====

Tulisan lengkap dapat diperoleh melalui link https://www.facebook.com/notes/khaidir-mustafa/sedikit-catatan-teknis-ukg-online/10150989987244482 dan tulisan ini juga dipublikasikan melalui http://www.khalidmustafa.info

Sebagai tambahan informasi, silakan membaca:

  1. Pedoman Uji Kompetensi Guru 2012
  2. Manual Pengguna UKG Online 2012